Call for Paper Seminar Nasional K3 FK UNS 2014

Sub Tema Makalah
-Budaya K3
-Kesehatan Kerja
-Keselamatan Kerja
-Ergonomi
-Sistem Manajemen K3
-Teknik pengendalian kecelakaan dan penyakit akibat kerja
Ketentuan Makalah
-Paper orisinil (belum pernah diterbitkan) bisa berupa artikel
hasil penelitian atau artikel ilmiah
-Maksimal abstract 200-300 kata (diketik italic, font Times New
Roman 12 berbahasa Indonesia dan Inggris) Kata kunci 3 – 4 kata.
-Ditulis dalam format file .doc, font Times New Roman 12
-Sertakan: Judul, Nama Penulis, No. HP, Email, Lembaga
-Info lebih lanjut kunjungi: www.d4k3.fk.uns.ac.id
Deadline
-Batas Pengumpulan Abstrak: 18 Agustus 2014
-Pengumuman Hasil Seleksi Abstrak: 20 Agustus 2014
Abstrak dan makalah dikirim ke alamat e-mail: d4k3@fk.uns.ac.id
Biaya seminar (pemakalah):
-Satu judul makalah : Rp 350.000,00
-Penambahan per makalah : Rp 50.000,00
-Biaya buku prosiding : Rp 100.000,00
cop 2

Seminar Nasional K3 FK UNS 2014

Bismillah,
D4 K3 FK UNS Present:
Seminar Nasional Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) UNS 2014 dengan tema “Pemantapan Masyarakat Menuju Indonesia Berbudaya K3 Indonesia 2015”.
Hari Sabtu, 30 Agustus 2014 di Hotel Sahid Jaya Solo Jl. Gadjah Mada No. 82, Solo, Jateng.
Pembicara:
  1. Prof. Santoso, dr. MS., Sp.OK (Ketua Pengembangan Akademik D4 K3 dan D3 Hyperkes FK UNS) akan menyampaikan materi “Budaya K3”
  2. Dr. Dewi Rahayu, drg. M.Kes (Pusat K3 Kemenakertrans RI) akan menyampaikan materi “Standar Profesi K3”
  3. Muchtaruddin, dr., MS., Sp.OK (Direktur Bina Kesehatan dan Olahraga Kemenkes RI) akan menyampaikan materi “K3 Rumah Sakit”
  4. Elisa Moetiara (HSE Engineer and Advisor Process PT. Chevron Pacivic Indonesia) akan menyampaikan materi “Budaya Keselamatan Kerja dengan Penguatan Perilaku yang Positif”
  5. Johannes Simanjuntak, SKM., M.Kes (Head of HSE and Risk Management PT. Cipta Kridatama) akan menyampaikan materi “Safety Awareness di Pertambangan”
  6. PT. Badak LNG akan menyampaikan materi “HSE di PT. Badak LNG”
  7. Sayidi Hadiputro, dr., Sp.KL (Mantan Dirut PT. Pertamina) akan menyampaikan materi “K3 Maritim”
HTM:
D3/D4/S1: 120K
S2/S3: 175K
Umum/Perusahaan/Mitra: 200K
*Pendaftaran dikenakan biaya tambahan Rp. 25.000,- setelah tanggal 25 Agustus 2014.
Pembayaran melalui Rekening:
BNI 0116986332 a.n Vitry Widyaningsih
dan BCA 8265897777 a.n Khotijah
Bukti Pembayaran dikirim Via Email:
d4k3@fk.uns.ac.id paling lambat 25 Agustus 2014
 
Contact Person:
085799109146 (Ayu)
085647460470 (Ica)
More Info:
Fb: Semnas K3 FK UNS 2014
Tt: @semnask3uns2014
Website: d4k3.fk.uns.ac.id

 

Semnas K3 FK UNS 2014

 

Bidikmisi: Diploma Juga Bisa…

1903984_784243964938260_2140733013_nGuys, tulisan ini adalah lanjutan dari postingan sebelumnya. Postingan ini saya beri judul “Bidikmisi: Diploma Juga Bisa…” Kenapa saya memakai judul ini? Karena dari kebanyakan info dari calon mahasiswa baru (MaRu) yang dulu sempat saya sosialisaikan mengenai bidikmisi ini, kebanyakan sekolah hanya sedikit yang mau membantu memberikan informasi (karena kurangnya informasi) kepada siswa kelas XII mengenai Bidikmisi untuk diploma. Kebanyakan dari pihak sekolah tahunya hanya untuk “Sarjana” saja. (Saya mengetahui akan informasi ini, sakitnya tuh disini). :-D

Lanjut Guys, postingan ini murni dari pengalaman saya selaku mahasiswa diploma yang menerima bidikmisi. Memang pada dasarnya sejak SMA-pun kebanyakan yang mendaftar untuk siswa yang daftar Perguruan Tinggi dengan program studi Strata 1. Dan yang pasti sedikit sekali yang tahu bahwa diploma juga bisa ikut/memperoleh bidikmisi baik di politeknik maupun di sekolah vokasi perguruan tinggi tertentu.

Lanjut lagi Guys, ini postingan dari pengalaman saya untuk mendaftar bidikmisi di Universitas Sebelas Maret versi saya (yang pernah saya alami). Saat dinyatakan diterima melalui jalur UMB-PT malamnya (Kamis dini hari) ke esokkan harinya saya langsung daftar/Registrasi online di warnet sekaligus mendownload pengumuman mekanisme ondesk dan daftar ulang serta rincian pembayaran. Emang bingung juga bayar pertama kali harus uang gedung (termasuk spp, dll) sebesar 7,5 juta. Uang dari mana pikirku. Sempat pikiranku kesana kemari, dan saya bolak balik ke Solo untuk menanyakan/mencari informasi. Karena memang dari awal saya tahu kondisi keuangan keluarga kalau begini orang tua akan sulit/terbebani dengan uang kuliah maka awal SNMPTN Utul saya mendaftar bidikmisi dan qodarullah memang belum rejeki saya waktu itu, maka untuk hari ini harus saya lanjutkan. Tanya dengan alumni yang dari D3 TI tentang dimana mengurus beasiswa akhirnya saya menemukan tempatnya yaitu MAWA Pusat UNS (Pusatnya Administrasi Kemahasiswaan UNS). Sekitar jam 14.00 (2 siang) saya memberanikan diri (seorang diri tak ada yang menemani pokoknya nekat) menemui Pak Joko Mawa untuk mendaftarkan diri dalam program beasiswa bidikmisi uns. Alhamdulillah beliau sangat ramah, setelah bicara ngalor-ngidul kesana-kemari saya di beri formulir bidikmisi sama seperti pada saat SMA. Memang sebelumnya saya menunjukkan data bidikmisi saya dulu (Eits, tapi yang pada waktu SMA belum mendaftar bidikmisi dan udah keterima di UNS bisa juga mendaftar manual via MAWA Pusat UNS ini). Saya menjelaskan kepada beliau bahwa saya diterima di D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Tapi beliau mengetahuinya D4 Kesehatan Kerja).

Hari jumat/keesokkan harinya saya menyerahkan formulir beserta data lengkap kepihak MAWA UNS (foto rumah, foto keluarga, piagam-piagam, dll). Saking polosnya saya bertanya kepada Pak Joko, “Ini nanti pengumumannya kapan pak? Apakah saya nanti langsung diterima?”. Beliau menjawab, “Ya nanti dilihat aja mas, nanti ada pengumuman kok, yang jelas dari sekian pendaftar bakal kami seleksi dahulu siapa yang pantas mendapatkan beasiswa bidikmisi ini (beliau sambil menunjuk tumpukan map berisi data teman-teman pendaftar lainnya).” Saya menjawab, “Hmmt, iya pak.”

Keluar dari kantor MAWA UNS, saya diliputi kegalauan akan pembayaran yang harus di bayarkan sewaktu ondesk nanti, sedangkan pengumuman bidikmisi uns ini masih belum jelas. Akhirnya saya kepikiran buat tanya teman saya terkait dengan keringanan biaya, ternyata dia membalas bahwa tidak ada keringanan biaya terkait dengan pembayaran yang saya tanyakan tersebut, adanya penundaan pembayaran dan tempat untuk mengurus tersebut dibagian pendidikan uns dekat gedung SPMB UNS dekat dengan gerbang depan UNS. Disana saya menanyakan akan masalah keringanan ini, akhirnya saya disetujui untuk mendapatkan keringanan dengan membuat pernyataan bahwa belum mampu membayar rincian uang untuk ondesk. Alhamdulillah uang gedhung sejumlah 5 juta bisa ditunda selama 3 bulan dan uang spp, dll harus dibayar sewaktu ondesk sebesar 2,5 juta. Saya membuat pernyataan dengan tanda tangan orang tua beserta materai 6000.

Alhamdulillah, masih sangat lekat diingatan saya kala itu, tepatnya hari jumat jam 8 pagi, dari rumah saya sudah membawa uang 2 juta kala itu, dan ketika saya mau menuju bank BTN, saya berniat untuk memastikan apakah pin bidikmisi saya sudah keluar apa belum. Dan ternyata Alhamdulillah, berkah bulan ramadhan yang selanjutnya adalah Saya memperoleh PIN Bidikmisi yang artinya kalau itu jaman saya 2012 sudah bisa dipastikan Insya Allah diterima bidikmisi. Akhirnya, berkasnya saya cetak dan saya tidak jadi membayar di bank, dan bisa melakukan ondesk dengan pin bidikmisi tanpa di pungut biaya sepeserpun. Alhamdulillah.

Oke Guys, beberapa saran di bawah ini bisa dimanfaatkan oleh MaRu Diploma untuk melakukan usaha mendaftar beasiswa bidikmisi untuk kamu yang LAYAK dan BERHAK mendapatkan beasiswa tersebut sesuai persyaratan dari Dikti/Penyelenggara Bidikmisi. Berikut sarannya:

  1. Sudah ketrima di salah satu program diploma UNS

  2. Segera mencari informasi jauh-jauh hari atau segra saja tanyakan kepada mahasiswa diploma uns yang tahu laur mendaftar bidikmisi UNS. Atau bisa join ke grup FB Komunitas Bidikmisi Sebelas Maret (Komadiksi Smart) dan add pertemanan dengan Komadiksi Smart ini. Karena ini merupakan grup dan akun yang didalamnya ada kumpulan mahasiswa UNS (baik strata 1 maupun diploma) yang mendapat beasiswa Bidikmisi ini).

  3. Persiapkan data-data/berkas-berkas bidikmisi. Kalau yang sebelumnya udah daftar tahu dong, yang belum ya rajin search di internet. Klik Bidikmisi.

  4. Datang ke MAWA UNS (dekat Student Center gerbang belakang atau belakang masjid Nurul Huda UNS). Menemui Pak Joko atau pihak kantor MAWA tersebut untuk mendaftar bidikmisi. Biasanya beliau nanti akan menanyakan ini itu sekaligus memberikan arahan terkait dengan Bidikmisi yang kalian coba daftari.

  5. Kalau sudah dapat formulir segera isi dengan data-data yang valid tidak perlu PENCITRAAN/PEMBOHONGAN segala, isi apa adanya, kalau kalian dari keluarga yang sesuai dengan syarat bidikmisi maka insya Allah akan diberi jalan agar diri kalian diterima di Bidikmisi UNS. Jangan merekayasa data karena bakal disurvey dan bila kalian terbukti berbohong bakal langsung di Banned (dilarang untuk mengajukan beasiswa).

  6. Kemudian data-data/formulir/berkas yang sudah disiapkan di kumpulkan kembali ke MAWA UNS/Pak Joko.

  7. Selama masa menunggu, bakal ada survey terkait kondisi rumah dan keluarga kalian. Please yang jujur saja dalam mengisi/mempersiapkan data-data waktu kalian mendaftar ya.

  8. Kalau anda dapat pin Bidikmisi UNS insya Allah kemungkinan besar diterima (pengalaman saya) tapi juga bisa jadi karena seleksi dan ada yang lebih berhak dan pantas menerima Bidikmisi bisa jadi kalian meski mendapat pin akan tergeser tidak mendapatkan beasiswa bidikmisi UNS ini.

  9. Yang terakhir dari saran saya adalah ketika usaha dan ikhtiar sudah dilakukan kesana-kemari, banting sana-sini, dan pundak juga tersedia untuk bersandar. Jangan lupa meski hanya 5 % atau 0,001 % masih ada lantai yang tersedia dan harus kalian lakukan untuk berDOA agar diberi kelancaran dan kemudahan agar diterima beasiswa Bidikmisi ini, serta Jangan lupa meminta Doa dari kedua orang tua kalian. :-)

Hehehe, mungkin diatas saran saya agak GaJe (Gak Jelas) mohon maaf, karena itu dulu pengalaman saya. Saya mendaftar bidikmisi UNS tanpa ada informasi/minim informasi bahwa Diploma UNS bisa untuk mendapatkan Bidikmisi. Dan saya hanya salah satu orang yang beruntung dan karena nekat karena harus dapat beasiswa Bidikmisi karena saya dari keluarga pas-pasan agar dapat membantu meringankan beban kedua orang tua saya yang sudah menginjak masa tua. Dan ada nice quote’s dari seorang bapak yang anaknya juga mendapat beasiswa ini (2 anaknya, satu ITB dan satunya Diploma TI UNS) bahwasannya

“Pendidikan adalah hak semua warga negara Indonesia, baik itu dari golongan konglongmerat sampai konglongmlarat (miskin/kurang mampu).”

Sekian tulisan dari saya ini Guys, kalau banyak salah saya mohon maaf, saya tahu saya tidak pandai menulis, saya hanya bisa menulis seadanya saja. Apabila tulisan ini bermanfaat semoga mampu memberikan kemashlahatan/kemanfaatan yang banyak bagi yang membacanya. Aamiin.

Selesai ditulis oleh:

Fauzi Jatmiko | Ramadhan ke – 9 tahun 1435 H |Selasa, 08 Juli 2014 | 09.52

@ Perum Puma, Cikarang Baru.

Ramadhan di Perantauan

Bismillahi,

Ramadan wallpapers 1435hAlhamdulillahi kita dapat berjumpa lagi di Ramadhan tahun ini. Memang rasanya baru kemarin kita meninggalkan bulan yang penuh berkah dan tadi malam rasanya kita berjumpa kembali dengan bulan yang penuh kemenangan ini. Tak lupa saya mengucapkan selamat bagi umat muslim yang telah melalui puasa ke empat berjalan menuju lima di Ramadhan ini (awal Ramadhan mengikuti Pemerintah) dan umat muslim yang telah melalui puasa ke lima menuju enam (mengikuti ormas Muhammadiyah) semoga ibadah puasa kita di terima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak menjadikan puasa kita sia – sia hanya mendapat lapar dan haus saja. Aamiin.

Ramadhan kali ini, saya merasakan perbedaan dengan ramadhan sebelum-sebelumnya. Ini murni bukan karena atmosfir copras – capres atau piala dunia yang rame pemberitaannya bahkan sampai jadi tranding topik di dunia maya dengan segala macam campaign (black, white, positive and negative campaign) akan tetapi ramadhan kali ini saya berada jauh dengan orang tua.

Meski saya kuliah ngekos di Solo akan tetapi Ramadhan selalu bolak balik ke rumah untuk menikmati santap buka dan sahur bareng orang tua. Kalau di rumah, tiap sore mah selalu ramai dengan adik – adik TPA di mesjid Al Mu’min dekat rumah memang saya selalu menyempatkan hadir di masjid untuk mengajar adik – adik TPA meski beberapa kali saya sempat bolong karena bolak – balik Weru – Solo ternyata melelahkan dan sesampainya di rumah sudah menjelang maghrib. Ahh, sudahlah itu kenangan Ramadhan tahun lalu yang saya rasakan begitu cepat.
Kini jauh berbeda lagi dengan keadaan tahun lalu, masih bersyukur kemarin bisa ikut mengajar TPA di rumah akan tetapi untuk sekarang ini saya melaluinya di perantauan. Yap, keputusan pergi ke Jakarta memang mendekati awal puasa dan akhirnya memang resiko melalui awal Puasa di Cikarang. Ramadhan kali ini memang tak terlupakan, saya baru merasakan sholat tarawih 21 rekaat di sini karena memang di Kampung saya tarawih memilih 11 rekaat termasuk di dalamnya witir 3 rekaat dengan sistem 4 4 3. Sedang tarawih di Cikarang ini menggunakan sistem 2 rekaat salam dan witir 1 rekaat.
Memang pengalaman di perantauan ini sangat menyenangkan. Dan rasanya baru kali ini saya merasakan tarawih di taman karena masjid dan pinggiran masjid sudah penuh dengan para jamaah sholat tarawih entah itu Bapak, Ibu, Adik – adik laki – laki ataupun perempuan. Sungguh ini pemandangan menarik perhatiaan saya, saya pikir ini luar biasa. Akan tetapi, rasa miris juga timbul di dalam hati karena banyaknya para pengendara yang lalu lalang selama kami melakukan ibadah sholat tarawih entah itu laki – laki maupun perempuan padahal mereka muslim. Sangat disanyangkan ternyata mereka tidak ikut berjamaah sholat tarawih di masjid.
Huhu, suasana awal ramadhan yang berbeda ini membuat saya kangen dengan suasana Ramdhan di rumah. Riuh adik – adik TPA yang sering saya jumpai di masjid kini merasuki pikiran saya. Meski di sana sudah ada orang yang bisa di handalkan untuk menghandle adik – adik selama TPA berlangsung akan tetapi menjadikan diri saya nggak enak untuk meninggalkan mereka. Riuh ramai ketika TPA berlangsung, adik – adik yang kadang nurut kadang bandel ketika di beri pengajaran. Ya, kini setiap sorenya tidak saya jumpai untuk beberapa minggu ke depan. Salam dari saya untuk adik – adik dukuh Tunggul tercinta. Dan yang paling saya suka setiap Ramadhan adalah semangat dari generasi muda muslim yang berbondong – bondong ke masjid untuk TPA dan mendapatkan ta’jil atau dzaburan. Ahahaha, saya dulu juga begitu dan pernah mengalaminya. :-D
Semoga Ramadhan 1435 H ini berjalan lancar, kita senantiasa di beri kesehatan dan kekuatan iman untuk melaluinya. Agar gelar dari sebuah pendidikan Ramadhan ini menjadikan kita sebagai manusia muslim yang bertaqwa dan lebih meningkatkan amalan – amalan kebaikkan setelah ramadhan usai.
 
Saya Fauzi Jatmiko selaku admin dan pemilik Blog ini mengucapkan “Selamat menunaikan Ibadah Puasa, Ramadhan 1435 H / 2014″
|| 10.32 | Cikarang baru, Perum Puma | 03/07/2014 | Ramadhan 1435 H | 2014

Surat Dari Pak Presiden

Guys ini saya mau update lagi nih, rencana kedepan sih mau share post mengenai Bidikmisi.

Alhamdulillah ‘ala kulli hal, termasuk nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala saya dapat merasakan bangku kuliah. Alhamdulillah meski dari keluarga pas-pasan saya bisa merasakan perjuangan sekolah di perguruan tinggi. Alhamdulillah, saya bersyukur atas nikmat yang Allah Ta’ala berikan kepada saya ini. Selain itu, saya juga berterima kasih kepada Bidikmisi dan Pemerintah (khususnya mendikbud) yang telah mencanangkan program Bidikmisi agar anak-anak dari keluarga pas-pasan atau kurang mampu dapat mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

Di postingan ini saya mau berbagi sedikit tulisan dari orang nomor 1 di negeri Indonesia ini. Saya memang belum bisa membalas jasa baik negara ini akan tetapi saya berharap dan berdoa semoga kelak saya dapat memberikan manfaat untuk negara Indonesia tercinta ini. Berikut isi surat dari Pak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mana diberikan kepada seluruh mahasiswa bidikmisi di Perguruan tinggi di Indonesia:

IMG_20140609_132146Saya dan segenap bangsa Indonesia bangga dan bersyukur atas keberhasilan program beasiswa Bidikmisi, sebagaimana yang dilaporkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada acara silaturahim Penerimaan Bidikmisi di Jakarta pada tanggal 27 Pebruari 2014 yang lalu. Untuk itu saya selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, serta selaku pribadi mengucapkan selamat dan penghargaan atas prestasi dan keberhasilan yang diraih oleh para penerima Bidikmisi di seluruh tanah air.

Saya juga terharu melihat begitu banyak anak muda dari kalangan tidak mampu yang berhasil memetik manfaat luar biasa dari program beasiswa nasional ini, dan mencapai prestasi-prestasi yang membanggakan kita semua. Oleh karena itu, saya akan terus mendorong program Bidikmisi ini, dan bersama para menteri terkait terus memantapkan kebijakan program dan anggarannya, serta terus melanjutkan, meningkatkan dan memperluas jangkauan program ini, agar semakin banyak putra-putri bangsa dari kalangan tidak mampu bisa memanfaatkan program beasiswa ini.

Saya berharap kalian semua mutiara-mutiara Indonesia yang, insya Allah, menjadi putra-putri terbaik, akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan. Teruslah belajar dengan gigih. Raihlah prestasi setinggi-tingginya. Negara menunggu karya dan pengabdian Kalian semua untuk membawa Indonesia menuju masa Keemasan dan kejayaan.

Saya ingin pada saatnya nanti, ikutlah mengubah jalannya sejarah. Bayar dan tebuslah apa yang telah negara berikan kepada kalian semua, dengan cara ikut berjuang mengurangi kemiskinan, keterbelakangan, dan ketertinggalan sebagaimana saya sendiri dan anak-anak pernah mengalami situasi itu di masa silam. Hanya dengan cara itulah, negeri ini akan terus bergerak maju, menuju Indonesia yang makin adil, makin aman, makin demokratis, dan makin sejahtera.

Sekali lagi selamat atas prestasi yang telah diraih dan selamat belajar untuk meraih cita-cita dan impian terbaik masing-masing. Sampaikan salam saya kepada keluarga dan sanak-saudara kalian semua dimanapun mereka berada.

Jakarta, 11 Maret 2014

Presiden Republik Indonesia

Ttd

DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono

Demikian isi surat dari pak presiden Republik Indonesia kepada seluruh mahasiswa Bidikmisi. Semoga kelak ketika kami sudah selesai kuliah/telah lulus, kami dapat menjawab harapan bangsa Indonesia, semoga kami dapat mewujutkan cita-cita maupun impian kami, semoga kami dapat membawa atau menjadikan negara Indonesia lebih baik lagi, lebih maju, kemiskinan semakin terkikis bahkan dapat teratasi, dan menjadikan negara Indonesia ini mampu bersaing, di akui, dan disegani di mata Dunia Internasional. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

//

Fauzi Jatmiko~@LPPM UNS

Senin, 09 Juni 2014 || Siang hari dimana mentari menyengat kota Solo.

Masih Gagap K3L ???

ImagePerkembangan teknologi yang cepat menjadikan hampir segala kebutuhan manusia semakin diringankan dan dimudahkan. Teknologi informasi, manufaktur, transportasi, konstruksi, energi bahkan kedokteran berlomba-lomba memunculkan inovasi demi kesejahteraan manusia. Sebagai pengguna, manusia pun tidak mau ketinggalan terhadap kemajuan teknologi. Boleh jadi saat ini, hampir tidak ditemukan manusia yang gagap teknologi, berkat makin mudahnya mendapatkan informasi, makin terjangkaunya menikmati teknologi, dan makin banyaknya pilihan untuk memperoleh kesejahteraan. Seakan jika tidak memiliki gadget terbaru atau mengendarai mobil teranyar, kita dianggap kudet alias kurang update. Namun perlu disadari bahwa kemajuan teknologi memiliki dampak yang signifikan terhadap menurunnya kualitas lingkungan hidup dan meningkatnya potensi bahaya (hazard) yang dihadapi oleh manusia.

Selama ini, masyarakat awam menganggap isu Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) adalah semata-mata urusan dunia industri. Namun jika menyimak tuntutan para buruh Indonesia yang didominasi oleh buruh industri pada Hari Buruh Sedunia pada 1 Mei 2014 lalu, tak satu pun tuntutan terkait K3L yang mengemuka. Buruh Indonesia umumnya menuntut penghapusan sistem kontrak kerja, peningkatan gaji, penciptaan lapangan kerja baru, atau pencabutan sistem outsourcing. Barangkali K3L (masih) bukan menjadi fokus para buruh sebagai pelaku dunia industri yang notabene merupakan kelompok yang selalu terpapar oleh bahaya, yang berisiko sakit akibat kerja, atau yang kemungkinan besar menjadi pelaku pencemaran lingkungan.

Jika demikian, apakah fenomena ini menunjukkan bahwa budaya K3L hanya merupakan slogan pemanis di pintu gerbang pabrik yang selalu dilewati para buruh? Padahal tahun 2014 merupakan tahun terakhir dalam pencapaian visi K3 Nasional yaitu “Indonesia Berbudaya K3 Tahun 2015”. Dalam sambutannya pada Hari K3 Nasional 12 Januari 2014, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, menyadari bahwa Indonesia masih diliputi oleh keprihatinan dengan masih relatif tingginya kecelakaan kerja di Indonesia. Salah satu penyebab seringnya kejadian kecelakaan adalah pelaksanaan dan pengawasan K3 sekaligus perilaku selamat masyarakat K3 pada umumnya belum optimal. Tantangan global yang dihadapi saat ini adalah industri tidak hanya dituntut untuk menghasilkan produk yang bermutu baik, namun juga harus aman digunakan, ramah lingkungan, serta memenuhi standar internasional. Oleh karena itu, pelaksanaan K3L perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat industri, untuk berperan aktif sesuai fungsi dan kewenangannya untuk melakukan upaya di bidang K3L secara terus menerus dan berkesinambungan, serta menjadikan K3L sebagai bagian dari budaya kerja di setiap kegiatan, sehingga dapat mencegah kasus kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan pencemaran lingkungan.

Terkadang perusahaan dengan entengnya menetapkan sasaran K3L-nya adalah nihil insiden, yang jika dijabarkan adalah nihil kecelakaan atau nihil cedera atau nihil pencemaran. Namun ketika diminta untuk menjelaskan program kerja untuk mencapai sasaran tersebut, seakan perusahaan kehilangan arah atau bahkan hanya mengandalkan faktor keberuntungan (luck) dan berharap kecelakaan/cedera/pencemaran tidak terjadi. Kalaupun terjadi insiden, maka dianggap memang lagi apes. Terkadang juga penerapan K3L bukan merupakan prioritas bagi perusahaan-perusahaan yang menganggap bahwa hal ini tidak memberikan keuntungan bagi perusahaan atau yang menganggap lingkup usahanya bukan meliputi pekerjaan dengan risiko tinggi. Meskipun demikian, tidak sedikit pula perusahaan yang menyadari bahwa apabila terjadi insiden, maka dapat mengancam keberlangsungan usaha yang sudah dibangun, misalkan biaya akibat tuntutan ganti rugi, pemberhentian sementara produksi karena adanya investigasi, atau pun terpaksa ditutup karena reputasinya hancur.

Lalu, mengapa penerapan K3L belum juga membudaya? Penerapan budaya K3L perlu didukung oleh penerapan sistem manajemen perusahaan yang kuat. Sistem manajemen perlu didukung oleh tingkat kepedulian (awareness) yang tinggi sehingga dapat diterapkan secara konsisten. Kepedulian akan muncul apabila pemahaman yang baik terhadap pentingnya K3L telah dimiliki. Hal ini menunjukkan bahwa sasaran K3L yaitu nihil insiden merupakan suatu perjalanan (journey) yang hanya memungkinkan untuk dicapai secara sistematis dengan melibatkan berbagai pihak yang ada di perusahaan.

Bulan Mei sebenarnya bukan hanya milik buruh, tetapi juga terdapat dua kejadian penting dalam sejarah bangsa Indonesia, yaitu Hari Pendidikan Nasional (2 Mei) dan Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei). Meski pada tahun 2014 ini cukup tergerus oleh hingar bingar May Day, namun semangat yang dibangkitkan oleh kedua peristiwa tersebut perlu tetap ada, bahkan juga demi mendukung penerapan K3L di lingkungan kerja. Konsep Trilogi Kepemimpinan yang diajarkan oleh Ki Hajar Dewantara adalah ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, serta tut wuri handayani. Maksudnya adalah, ketika berada di depan harus mampu menjadi teladan (contoh baik), ketika berada di tengah-tengah harus mampu membangun semangat, serta ketika berada di belakang harus mampu mendorong orang-orang dan/atau pihak-pihak yang dipimpinnya. Sedangkan semangat kebangkitan nasional berangkat dari semangat membangkitkan rasa persatuan dan kesatuan serta nasionalisme. Jiwa kepemimpinan dan semangat untuk bangkit merupakan dua hal penting yang perlu dimiliki dalam meningkatkan kepedulian dalam penerapan K3L.

Kepedulian terhadap penerapan K3L di Indonesia memang masih lemah. Di dunia manufaktur, misalnya, masih dapat dengan mudah ditemukan bahwa pekerja belum menggunakan alat pelindung diri dengan sempurna. Atau di dunia konstruksi, masih dapat sering disaksikan bahwa pemasangan perancah (scaffolding) masih kurang memenuhi standar. Atau di dunia transportasi, masih banyak pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas. Selain itu, terkadang pekerja enggan jika mengikuti latihan kedaruratan yang diselenggarakan manajemen gedung. Atau sering mengangkat sendiri barang yang lebih berat dari 20 kg karena merasa masih sehat dan kuat. Atau tidak melakukan housekeeping dengan baik sehingga kabel dan peralatan terserak begitu saja di area kerja. Atau melakukan pengelasan tanpa menyingkirkan barang yang mudah menyala (flammable) di lokasi kerja. Padahal kondisi-kondisi tersebut berpotensi mengancam keselamatan atau setidaknya sanggup memicu terjadinya insiden.

Tingkat pemahaman yang kurang komprehensif merupakan pemicu kurangnya kepedulian terhadap K3L. Meski manusia dibekali insting untuk bertahan hidup (survive), namun kekurangpahaman terhadap penerapan K3L akan mengakibatkan pekerja semakin rentan terkena insiden. Oleh karena ini kepemimpinan dan semangat untuk bangkit perlu digalakkan di lingkungan kerja sebagai pemicu dan pemacu kepedulian dan peningkatan pemahaman K3L. Manajemen perusahaan harus menginspirasi dan memberikan contoh penerapan K3L, para supervisor harus memberikan semangat kepada para pekerja agar tetap konsisten menerapkan K3L secara konsisten, dan para pekerja senantiasa saling mengingatkan sesama rekan kerja terkait penerapan K3L demi mencegah terjadinya insiden. Peningkatan pemahaman terhadap penerapan K3L dapat menggunakan media apa pun. Sebut saja: safety talk, safety meeting, tool box talk, training, workshop, seminar, pembelajaran mandiri, dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, peningkatan pemahaman juga dapat dilakukan di lapangan pada saat bekerja, misalnya melakukan penilaian risiko di lokasi kerja, menghentikan pekerjaan jika terdapat kondisi kerja yang kurang aman, atau berdiskusi dengan supervisor apabila diidentifikasi adanya penyimpangan dari rencana kerja sebelumnya. Jangan sampai hal-hal yang telah dipaparkan dengan baik pada saat tool box talk atau safety meeting malah menjadi mentah pada saat implementasi di lapangan akibat kurangnya kepedulian. Perlu diingat bahwa penerapan K3L akan efektif dengan adanya dorongan yang kuat dan positif dari manajemen dan juga penerapan sistem reward-punishment. Tanpa itu, jangan harap budaya K3L akan tiba-tiba muncul di lingkungan kerja. Budaya K3L merupakan hasil dari proses perbaikan berkelanjutan dalam penerapan K3L. Meski tujuannya adalah sama, yaitu nihil insiden, namun budaya K3L satu perusahaan dengan perusahaan yang lain mungkin akan berbeda. Kebiasaan dan praktek yang ada di internal akan menjadi paling banyak mewarnai budaya K3L perusahaan, meski tidak menutup kemungkinan untuk mengadopsi budaya K3L di perusahaan lain.

Peningkatan pemahaman K3L bukan untuk menakut-nakuti pekerja akan bahaya yang mengancam keselamatannya, namun terlebih untuk meningkatkan kepedulian pekerja terhadap risiko pekerjaan yang dihadapi sehingga pekerja dapat memahami cara-cara untuk mengelola risiko dan terhindar dari insiden. Peningkatan kepedulian juga dapat dimunculkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya senantiasa memegang handrail ketika menaiki tangga, berjalan hati-hati di permukaan yang licin, mengetahui lokasi exit ketika berkunjung ke suatu gedung, konsisten menggunakan seat belt pada saat berkendara, dan senantiasa membuang sampah sesuai dengan klasifikasinya. Insiden dapat terjadi dimana saja, bahkan di lokasi yang paling aman sekali pun. Untuk itu, harus tetap waspada terhadap potensi-potensi bahaya yang ada, sehingga harus memiliki pemahaman yang baik terhadap K3L. Meski manusia tidak dapat melawan takdir, namun manusia mampu memperkecil kemungkinan terjadinya insiden agar tetap nyaman dalam melakukan aktifitas. (Hernandas)

So? Masih (bersedia) gagap K3L?

 Fauzi Jatmiko ~ Surakarta, 14 Mei 2014

Referensi:

  • copas http://indonesiasafetycenter.org/masih-gagap-k3l/
  • Iskandar, M., Sambutan Menakertrans RI dalam Bulan K3 Nasional tahun 2014, Kemenakertrans, 2014
  • Thamrin Y., Pisaniello, D., Stewart, S., Time trends and predictive factors for safety perceptions among incoming South Australian university students, Journal of Safety Research Vol. 41 Nr. 1, 2010
  • Gutierrez, R., Why don’t people just follow the rules? A psychologist’s explanation of safety management beyond behavior based safety, DuPont Sustainable Solutions, 2011