Perjuangan Menembus Perguruan Tinggi

I Think This Story Same With Negeri 5  Menara…^_^

69630_581599631851058_554721181_nIni adalah sepenggal kisah nyata dari beberapa anak muda belia yang sedang berjuang di civitas akademika yang terpisah dan tidak ada yang sama seperti kala masa sekolah SMA dulu. Begitu kami di persatukan di sebuah rumah atau kamar kecil yang di isi tiga orang dan kadang kala empat orang. Ya, kami disini dengan sebuah ambisi yang besar, yang membuat hati, pikiran, dan semangat, serta mimpi sehingga kami harus berada di tempat itu.

Dan cerita ini berawal ketika itu setelah pengumuman hasil ujian nasional, Alhamdulillah kami semua murid SMA Negeri 1 Sukoharjo lulus semua dengan hasil UN yang membanggakan, meskipun pada dasarnya belum tahu berapa-berapa nilai kami. Setelah pengumuman ujian nasional, ada satu kenyataan yang membuatku kecewa dan menjadi keberhasilan yang tertunda karena aku kalah start dengan teman-temanku. Pengumuman hasil undangan yang membuat kami senang, tertawa, bahagia, lega setelah di terima di perguruan tinggi ternama dengan jurusan yang di idam-idamkan, namun di sisi lain aku sebagai uncatagorized invited SNMPTN dan teman-teman yang lain baik yang tidak diterima undangan dan yang tidak terlist di database siswa yang tidak masuk undangan kecewa, sedih, sakit hati, seolah-olah dunia telah kiamat bagi kami.

Setelah itu, aku pulang namu tidak langsung ke rumah. Aku menuju Masjid Agung Baiturahman (MAB kalau orang-orang memanggilnya) di pusat kota. Aku menunaikan kewajiban sholat maghrib disana,setelah sholat selesai aku tidak langsung pulang juga, aku duduk di serambi masjid dengan pandangan kosong dengan memikirkan sebuah cita-cita yang mungkin sekarang berbeda dengan piliha waktu di SNMPTN UTUL. Ya, kala itu aku melamun karena aku belum dapat universitas untuk berjuang setelah SMA, entah kenapa aku tidak yakin 100% dengan pilihan itu. Karena apa ? orang tuaku menginginkan aku memilih jurusan guru di pilihan ke dua dan di universitas terdekat saja. Tapi ini sudah terlanjur, aku tidak bisa merubahnya, pilihan di kartu SNMPTN UTUL tertulis pilihan pertama Teknik Kimia UGM dan pilihan kedua Teknik Elektro ITS. Dulu memang aku memilih ingin sekali kuliah di UGM atau ITS, tetapi qodarullah orang tua menginginkan aku untuk sekolah di tempat yang tidak jauh dari rumah, karena dilihat dari segi kemampuan ekonomi, dan yang lain.

Pada saat yang sama, aku dihampiri oleh seorang sahabat yang pada saat itu memang dia adalah anak yang cerdas dan terlist sebagai siswa yang mendapat undangan. Aku kemudian bertanya, “piye tur undangane ?” ya kami biasa memanggil sahabat yang satu ini dengan nama Catur dengan nama lengkap Catur Budi Kusumo, dia menjawab “gagal kok zi’”, aku mengira dia juga diterima di ITB karena temanku yang lain dari kelasnya Catur di terima di STEI ITB. Sontak saja, aku menjawab, “Lhoh? Kok bisa? Tapi ya wis, kita balas di SNMPTN ujian tulis”. Setelah agak lama kami terdiam, Hp Catur berbunyi. Dia bilang dari Mas Wahyu, dia menerima panggilan dan berbicara agak lama, terdengar mas Wahyu menyemangati Catur untuk terus melanjutkan cita-citanya masuk di ITB, begitu pula dengan diriku. Solusi yang beliau berikan kepada kami adalah melakukan kegiatan belajar bareng, dan setelah itu, kami sepakat untuk mengadakan belajar bareng di rumah Catur karena kebetulan di sana ada kamar kosong yang bisa di pakai untuk belajar bareng. Kemudia aku menghubungi sahabatku yang lain bernama Muchtar Yahya biasanya kami memanggil Muchtar untuk mengajak belajar bareng, smsku berbunyi, “mulai sesuk ngeneke belajar bareng nang gone Catur piye iso ora?” dia menjawab, “insyaAllah saya usahakan bisa”. Kemudian pembicaraanku dengan Catur terus berlanjut, hingga ba’da isya’ kira-kira sampai jam 8, dan akhirnya kami memutuskan untuk mengakiri pembicaraan. Aku pulang dan Catur ke GO untuk berkonsultasi dengan pembimbingnya di sana.

Sesampainya di rumah, biasa aku selalu mengadu kepada kedua orang tuaku tentang banyak teman-teman yang telah diterima di perguruan tinggi, namun kenyataannya aku hanya bisa pasrah dan terus berjuang untuk mempersiapkan diri dengan The Real War after UN, The War is SNMPTN Utul. The next day, akhirnya sesuai dengan kesepakatan yang telah di tentukan, belajar bareng mulai dilaksanakan, beberapa hari pertama semangat masih bergejolak tinggi karena tujuan masih belum tercapai. Mulai dari pagi jam 8 pagi sampai jam 8 malam Catur selalu mengikuti bimbel di GO, dan jam 10 pagi sampai jam 2 siang Muchtar selalu mengikuti bimbel di Neutron, dan tinggalah aku sendiri di kamar belajar. Aku selalu berusaha untuk belajar keras, kadang kala temenku Ahmad datang menemani karena dia mulai bimbelnya jam 2 sampai maghrib/isya’. Kegiatan ini terus aku jalani, malam belajar bersama antara aku, Catur, dan Muchtar.

Kejenuhan itu akhirnya datang…

Kejenuhanku akhirnya datang menghampiri diriku, aku mencoba melawannya dengan sekuat tenaga namun pada akhirnya diriku malah merasa lelah dalam pikiran. Dan mulai mendekati hari H SNMPTN, kegiatan belajar bareng berhenti, aku dengan kemampuan yang menurutku masih belum maksimal tapi tetap harus berusaha. Akhirnya hari itu datang, aku berangkat menuju medan perang dengan doa kedua orang tua. Jam setengah 6 berangkat dan jam setengah 7 sampai di Fakultas Pertanian UNS, tempatnya di lantai 3, kelihatannya nyaman, ternyata banyak “gurem”(sejenis kutu). Sontak aku dalam mengerjakan penuh dengan gerakan menggaruk, dua hari ujian telah selesai, tinggal menunggu pengumuman yang kira-kira keluarnya 1 bulan mendatang. Sambil menunggu hasil pengumuman, aku dan muchtar pergi ke ITS untuk melihat-lihat kampus, karena kami juga menjadikan ITS sebagai salah satu pilihan. Setelah beberapa hari muter-muter keliling ternyata lingkungannya asyik juga.

Sembari menunggu pengumuman SNMPTN, ternyata muncul kegalauan bahwa memang kayaknya hasil yang aku peroleh tidak memuaskan, aku pesimis, bisa gak ya tembus di Teknik Kimia UGM, atau Teknik Elektro ITS ? Akhirnya, hari-hari menuju pengumuman membuatku semakin tidak menentu, aku benar-benar pesimis, aku mendaftar simak UI tapi tidak jadi aku datangi, pahit memang, aku memilih tes di Depok sekalian liburan, tapi kakakku membolehkan aku ke jakarta hanya untuk liburan saja. Ya sudahlah, aku berhenti sebelum perang.

Kenyataan yang memilukan…

Pengumuman SNMPTN datang, aku melihatnya di warnet seetelah isya’. Qodarullah, pengumuman itu mengejutkanku, membuatku beberapa detik setengah sadar, aku pulang kerumah dengan hati yang menangis, suara yang diam dalam sekejab. Ya, selamat anda tidak diterima, silakan coba lagi (agak lebay tulisan yang aku buat, hehe). Intinya saya tidak lolos baik di pilihan 1 maupun pilihan 2, aku dirumah menangis selama 2 jam hingga tetangga kanan-kiri rumahku datang menanyakan kenapa. Disisi lain, aku senang, alhamdulillah mendengar sohibbul kamar belajar lolos, Catur di FTI ITB, Muchtar di Teknik Mesin ITS, Ahmad Wijanarko di Sastra Inggris UGM, Fauzi di ???

Ya sudahlah…

Finally, I was fail, I was lose my dream to be UGM or ITS student.

I must move on, I must wake up, I must fight this fact. There is another way to be university student. The next war is SM UNY.

Ya , aku sadar aku tidak diterima, aku tahu pada dasarnya orang tua tidak meridhoi pilihanku, mereka meridhoi kalau aku kuliah di solo yang dekat saja dan memilih fakultas keguruan, dan sebenarnya bapak menyuruhku untuk pilihan ke 2 pendidikan IPA UNY namun aku menolak, tapi ya sudahlah ini sudah terjadi. Fokus SM UNY, aku lebih semangat, aku yakin bisa, belajar lebih keras, dan akhirnya aku berangkat ke jogja bersama kang Tejo, dan Solikhin. Tiba di jogja dan hari berikutnya tes. Aku bertemu dengan Afif, dia juga belum lolos. Dan sekarang kami berjuang merebutkan kursi Pendidikan TI begitu juga Mas Kuswandanu. Alhamdulillah, aku selesai mengerjakan soal, aku lebih yakin dan optimis bisa mengerjakan dan yakin diterima. Setelah itu, kami makan di tempat yang sampai sekarang menjadi tempat favorit, yakni Warung Tahu/Tempe bakar, tapi aku lupa nama warungnya. Hehehe.

Aku gagal untuk yang ke dua kalinya…

That announcement really, really make my frustated, I think “I will not continued my study in this year”,  I speak to my mother that “I will continued study in the next year”, but my mother disagree with my decission. I really feel frustated, but in my hand there is one ticket to UMB exam. I speak with my deep hearth, I can not do exam totality, I feel tired, I don’t study, I only read UMB exam model, I think enough, after isya’ I was sleep. I have not hope to do this exam.

Akhirnya, aku malu datang di gedung hukum UNS. Menghadiri ujian UMB, dengan tidak semangat. But, I have feeling that I can do exam well. tapi ya begitulah, I have no spirit to do this exam, I think “I must do the best because for registration I was spent much money.” Yes, the time started, aku hanya menikmatinya, aku seolah-olah bisa karena tipe ujiannya sangat berbeda dengan SNMPTN atau SPMB tapi yang membuatku agak ragu pada mata pelajaran bahasa Inggris, aku merasa minder dan merasa tidak bisa, aku hanya mengerjakan 5 soal bahasa inggris. Okey, the time is up. I must exit, and direct to back home, I have no hope for this result. Until at the night before announcement, I feel insomnia, and in the mid night my handphone thinkling, I got message from my friend Septa, She give me says “Selamat ya uzi’ kamu diterima” so I reply this message “ aku diterima di apa septa ?” hatiku berdetak kencang, dunia seolah-olah menerimaku kembali, darah mengalir begitu cepat, Septa membalas smsku “ Kamu di terima di K3 zi’.” Sontak aku berteriak Alhamdulillah, aku mengejutkan kedua orang tuaku yang sedang tidur, dan mengatakan bahwa aku diterima di D4 K3 FK UNS. Dan aku teringat saat kami para alumni hanya beberapa sih seperti mas Ardyan, mas Pras, mas Erlangga, dan mas Ghalantara sedang ngobrol di serambi masjid agung Baiturrohman, saat aku mau pulang, aku berbicara sama mas Ardyan bahwa aku pasti diterima di pendidikan TI, tapi mas Ardyan malah bilang “Enggak, ketompo nang K3 ngancani aku.” Dan pada malam itu, memang kenyataan, aku di terima di K3.

Akhirnya, kami menemukan jalan kami masing-masing. Sohibbul belajar bareng meraih jalannya sendiri-sendiri, Catur di FTI ITB (semoga dia bisa benar-benar masuk ke Prodi Teknik Kimia seperti yang dia inginkan, Aamiin), Muchtar di Teknik Mesin ITS (semoga dia bisa menjalani OSPEK Pengkaderan dengan hati yang ikhlas, dan semoga dia mampu berjuang di sana, Aamiin. Good Luck my best friend…!!!), Ahmad di Sastra Inggris UGM (ini jalanmu sob, masa depanmu disini, kita bisa kok berkeliling dunia meski tidak masuk di HI UI sob, I believe that, because I have Allah, and Allah always make something that impossible become possible), Solikhin di Manajemen UNY (iki konco kentelku ked SMA kelas X. 11 with Afif Khairuddin Habibie yang di Akuntansi UII, I will meet you in mount of succes brother…!!!), and Me (Fauzi) now, I undergraduate at Occupational Health and Safety alias K3 FK UNS, with akh Ndaru Akbari di D3 TPHP FP UNS (Okey, I’am not a engginer, not an teacher, but I will be Occupational Health Safety Expert, and InsyaAllah be a Dosen, ^_^). All of you, thanks you were became my best friend until now, We were meet in mount of succes with study program that now become our focus.

Cayo, Spirit, Ganbate Kudasai…!!!

Ending of Negeri 5 Menara dengan Alif Fikri continue the study at Amerika, Raja di Eropa, Baso di Asia, Said dan Dulmajid di Tanah air tercinta Indonesia.

Man jadda wa jada, siapa yang bersungguh-sunguh pasti akan berhasil…

Alhamdulillah,,,

Special thanks to

Allah Ta’ala yang telah memberikan ujian dan nikmatnya kepada saya untuk dapat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Orang tua, Mbok Kartiyem lan Pak Mardi Wiyono, matur suwun kagem dongane panjenengan kangge kula saengga kula saged nglajutaken sekolah, ridhonipun kagem kula wonten K3 FK UNS, kagem kasih sayang, cinta, lan biaya kangge kula sekolah ngantos sak menika, matur suwun lan kula nyuwun pangapura dhumateng jenengan dene kula menika taksih mbeling, kurang ngajar dhumateng panjenengan, kula nyuwun agunging pangapura.

Mbak Puji, Mas Supri, lan Mas Hari dene panjenengan sampun menehi donga, mbayari kula sekolah, menehi sangu, lan sapiturute, kula nyuwun pangapunten dene kula kathah kalepatan dhumateng mbakyu lan mas menika, utamanipun mbak Puji.

Ibu’e akh Catur Budi, sampun menehi izin dhumateng kula lan rencang-rencang ngagem daleme njenengan kangge sinau, lan menehi maem dhumateng kita angger wayahipun maen sampun dugi, muga-maga Gusti Allah menehi piwales ingkang sae dhumateng panjenegan. Lajeng kangge Mbake Catur sing nomer 1 lan Mbak Dewi ingkan sampun nganggep kita adek.e, lan dek Tyan Ndaru, maaf ya dek ndisik tak jarak nganti tibo trus nangis…

SMA Negeri 1 Sukoharjo, Ibu-Bapak guru yang telah membimbing kami menempuh study di SMA.

Sahabat-sahabat Rohis tercinta yang saling mengingatkan untuk menuntut ilmu agama yang haq, dan saling memberi semangat dalam meraih akherat maupun dunia.

Mas Wahyu yang telah memotivasi, menasehati dan memberi semangat untuk kami agar jangan menyerah dan selalu melakukan yang terbaik untuk meraih cita-cita dan mengingatkan jangan lupa ngaji, semoga beliau dimudahkan oleh Allah untuk meraih cita-citanya belajar di negeri Matahari Terbit / Negeri Sakura.Aamiin…

Mas taufiq, Mas Faizal, Mas Joko, Mas Kuwandanu, Mas Andar, Mas Nursidi, Mas Edi, Mas Pras, Mas Ardyan yang telah memberi nasehat kepada kami, memotivasi, memberi tumpangan ketika kami berkunjung, dan lain senbagainya. Semoga Allah memberikan kemudahan kepada beliau-beliau semua dalam meraih apa yang beliau ini ingin capai. Aamiin.

Sahabat-sahabat dan teman-teman tercinta yang tidak bisa di sebutkan satu persatu. Terima kasih atas dorongan semangat dan doanya. Sukses untuk Kita Semua…!!!

Selesai ditulis di rumah tercinta dukuh Tunggul RT 01/09 Weru, Weru Sukoharjo, Sunday Morning, December, 9, 2012 at 10:41 am.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s