Rihlah Bersama Adik-adik TPA

Bismillahi,,,

Entah dari mana saya harus Imagememulai, entah benar atau tidak kalau saya menjadikan semuanya kedalam tulisan cerita, dan entah bagaimana saya harus menghentikan perasaan dan alur cerita yang terus mengalir di kepala saya.

I think this is nothing special according some people, but this is make me really really happy. And until now I can’t stop to say thanks giving to Allah because Hidayah that make our little brother and sister enjoy to join TPA again.

Yes, for the first. Ini bermula dari sebuah organisasi kecil di kampung dukuh Tunggul tercinta. Sebuah wadah yang menjadi awal dimana saya bergabung untuk menjadi agen penggerak dan perubahan menuju arah masyarakat yang lebih baik. Sejak awal bergabung saat aku kelas IX SMP, aku masih sangat hijau tidak tahu apa-apa, aku hanya ikut bergabung dalam kegiatan kemasyarakatan yaitu nyinom. Sampai pada saatnya saya hijrah menuju SMA, kelas X kepengurusan Karang taruna Ngudi Makmur melakukan agenda reorganisasi setiap 2 tahun sekali, pada tahun 2010, saya resmi menjadi bagian Divisi Keagamaan dengan kedua seniorku Mas Sarono dan Mbak Winda, sebelumnya saya juga tidak tahu pasti jabatan saya itu apa tetapi saya adalah MC (master of ceremony) setiap kali agenda rapat rutin sebulan sekali. Disamping mengMC, saya juga membuat notulen untuk setiap kali keputusan yang dibuat, setelah aku pahami memang saya adalah bagian dari Sekretaris Karang taruna, saat itu saya mempunyai partner sekertaris bernama mas Sofyan yang sering kali membuat invitation letter untuk setiap kali akan diadakan rapat. It’s enough to tell about secretary division, it’s time to come back to main focus. Disamping sebagai MC, saya membantu kegiatan divisi keagamaan yaitu mengajar dan menggiatkan TPA di Dukuh Tunggul ini.

Agendan TPA pada awalnya berjalan setiap hari jum’at dan minggu. Memang agenda-agenda yang berhubungan dengan keagamaan sangat membosankan kata sebagian teman-teman meski tidak terucap secara langsung, but we must optimis to keep our visi and misi in the first we says about it. Di awal-awal kegiatan TPA dipegang oleh saya dan mbak winda, di awal-awal kami bisa berduet dengan maksimal, namun siring berjalannya waktu akhirnya ego, pekerjaan, sekolah, dan bad spirrit membuat kami agak sedikit kendor. Saya hanya bisa hadir ketika hari minggu saja karena setiap jum’at aku selalu pulang dan datang ke TPA telat. Di lain pihak mbak Winda hanya bisa hari jum’at sedang hari minggu mbak Winda ada agenda sendiri. Oh, Ya Allah really difficult situation for our to make our visi and misi real. Di awal-awal kami bisa mengadakan kegiatan TPA didua tempat Masjid Al-Mu’min dan Masjid Al-Aziz, tetapi berhubung adek-adek TPA yang datang hanya itu-itu saja dan memang mereka juga dari wilayah tengah dan timur akhirnya diputuskan untuk mengadakan TPA di Masjid Al-Aziz saja.

Akhirnya, selang waktu yang cukup lama kegiatan TPA menjadi situasi kronis. Hidup segan matipun tak mau, karena saya sudah menginjak kelas XII SMA, saya tidak aktif total. Terbesit rasa iba ketika mbak Winda harus berjuang mengajar adek-adek TPA sendirian, maka tak jarang adek-adek malah curhat dengan pengajarnya, Hemm, buat ngilangin rasa bosan lah, hehe. Terkadang di bulan tertentu saya sangat senang ketika adek-adek TPA bisa datang ke masjid untuk kegiatan TPA, tapi terkadang sedih juga menghampiri ketika bulan tersebut cepat berakhir, masjid segera sepi dan keceeriaan di bulan yang penuh berkah yakni bulan Ramadhan itu segera sepi. L

In the middle of short story at 2012. Bertepatan dengan bulan september reorganisasi Karangtaruna kedua kalinya selama saya bergabung. Kepengurusan 2010-2012 dipimpin oleh comando mas Widodo cukup baik, dan menunjukkan perubahan dari generasi sebelumnya, struktur organisasi lebih tampak jelas, kegiatan, dan rapat rutin menjadikan perbedaan mencolok. Dan bisa dibilang reorganisasi untuk memilih kepengurusan 2012-2014 cukup unik, dengan waktu yang dikejar DL, hehehe J. Akhirnya terpilih dengan ketua Mas Kasdi Ariyanto dan Mas Gunawan sebagai wakilnya. Cukup menarik, akhirnya aku tidak jadi sekertaris karena saya menolak (pokoke gayeng). Dan kepengurusan inti telah terbentuk, nama karang taruna berevolusi menjadi Zenith Makmur dengan maksud dukuh Tunggul sebagai Puncaknya Kemakmuran desa Weru (Aamiin), jam 11 selesai keesokan harinya kami wisata ke jogja J. A Nice holiday, a Nice moment, and really make our mind and body refreshing with my friends. Agendan rapat bulan depan pembentukan seksi/pengurus divisi. Haha, pengennya menjadi anggota saja tapi kenyataan berkehendak lain, saya menjadi kepala divisi Keagamaan dibantu my sister dek Imah dan dek Lusi. Proker divisi keagamaan is nothing spesial, tetapi saya sangat berharap diprogram itu muncul next islam generation at our village. Yah, bisa ditebak program penting yaitu TPA, ada kegiatan penduduk kerjasama dengan divisi olahraga seperti kegiatan sepeda santai setiap 2 minggu sekali dan sepeda santai 1 bulan sekali. Oh, really make me happy with my friends and our little brother and sister. Jujur saja, saya sangat menikmati kegiatan sepeda santai bersama mereka, menikmati pemandangan esok hari, jajan tempe lakathak dipasar, pokoknya unforgetable moments for me especially.

Pada awal divisi keagamaan menjalankan programnya saya tidak bisa berjalan dengan penuh maksimal. Diawal september, saya sudah mulai aktive kuliah, diawal-awal memang saya bolak-balik weru-solo, weru-solo, this make me feel tired. Berhubung adek-adeknya yang datang ya Cuma itu-itu saja, ada keputusan dari beberapa seniorku yang mereka mempunyai harapan untuk perkembangan TPA kearah lebih baik dari sebelumnya, mereka Mas Ari, Mas Wawan, Mas Mardi, Mas Sofyan, dan Mbak Winda. Mereka merencanakan untuk mengajak adek-adek TPA wisata atau piknik ke Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Ya, kami akhirnya berangkat ke wonogiri, sebelum berangkat saya berpesan kepada adek-adek bahwasannya tujuan dari piknik ini agar aek-adek aktif berangkat TPA, saya sendiri mengucapkan banyak terima kasih kepada kakak senior yang telah meluangkan waktu dan penghasilannya demi kemajuan TPA di Tunggul ini, semoga Allah memberikan balasan yang lebih baik, Aamiin. Sungguh sayang, partner kami dek Lusi tidak ikut. Memang setelah piknik berlangsung adek-adek yang berangkat TPA bertambah, tapi sayang berhubung pengajar yang minim, dan saya pun jarang bisa mengajar karena waktu yang berubah menjadi senin rabu, ya yang berangkat kembali seperti semula adek-adek itu saja. Setiap 2 minggu sekali kami biasa sepeda santai terkadang dengan pemuda karang taruna, terkadang kami ditemani mas Sumardi ataupun mas Ari, saya pikir betapa banyak sedikitnya adek-adek yang datang TPA yang penting semua tetap istiqomah untuk aktif datang untuk TPA. Saya sendiri sangat berterima kasih pada adek-adek pengajar dek Imah dan dek Lusi terkadang juga mas Mardi ikut membantu, saya tidak terlalu berharap banyak kepada adek-adek di dukuh Tunggul ini, saya berharap mereka tidak jatuh kedalam pergaulan yang buruk itu saja. Mungkin kami harus bersabar dulu, terkadang ketika pengajar merasa putus asa, saya menyemangati mereka untuk fokus terhadap adek-adek yang datang TPA/yang berangkat dulu, biar yang lain sudah ada yang mengatur, saya sendiri terkadang heran pola pikir adek-adek jaman sekarang banyak mereka sebenarnya dirumah tidak ada kerjaan, bahkan kebanyakan saya sering menemui mereka malah nongkrong di buk/perempatan, bahkan maen kartu di warung, unfortunatelly ketika kami sibuk meluangkan waktu untuk mengajar TPA, mereka tidak memperdulikan kami, It’s make me feel sad, biar Allah yang membuka dan memberikan hidayah kepada mereka, Aamiin.

Kami pun memutar otak, tak jarang di solo saya menanyakan kepada yang lebih tua dalam mengajar TPA yang baik yang bagaimana, apakah ada modulnya sehingga pengajarannya lebih terarah? Oh, ternyata tidak semudah yang saya pikirkan, tidak hanya modal cerdas/buku doa/juz amma saja, semua membutuhkan skill tersendiri, pengajar harus bisa memposisikan dia seperti anak-anak, menciptakan kondisi yang fun meskipun ini TPA. Memang dalam urusan hal ini perlu pemancing untuk mengajak adek-adek lebih untuk aktif dalam kegiatan TPA. Akhirnya saya harus mengupayakan untuk bisa mengajak adek-adek aktif lagi, saya akan memberikan hadiah kepada mereka yang rajin berangkat TPA, sehingga kamipun memutuskan untuk mengadakan absensi setiap kali TPA berlangsung. Alhamdulillah, responpun meningkat adek-adek dari RT 1 pun juga tak kalah untuk ikut aktif. Subhanallah, semoga ini tetap menjadi kegiatan yang bermanfaat khususnya dalam meraih ilmu akherat, Aamiin. Selain itu, ditambah usulan dari senior dan adek-adek partner pengajar untuk mengadakan kegiatan yang bisa menarik perhatian adek-adek lagi. Usulan ini, saya merespon baik sekali, yup outbond kecil-kecilan semacam jalajah dukuh Tunggul dan sawah-sawah di barat kampung, saya berharap kegiatan nanti bisa diikuti banyak partisipan dan pemuda-pemuda Tunggul bisa membantu sehingga semua pemuda ikut aktif dalam rangkat kegiatan ini.

Syukur alhamdulillah, I can’t stop to says it. Adek-adek semakin antusias. Saya berharap ada tambahan pengajar sehingga kami tidak kuwalahan. Tiga pengajar yaitu dek Imash, dek Lusi, dan Mas Mardi sebenarnya masih bisa mengcover adek-adek, terkadang setiap hari Rabu saya berusaha meluangkan waktu untuk ikut mengajar. Kamis kemarin tanggal 21 Februari 2013, really really make me feel very happy, bagaimana tidak meski yang datang belum semua karena sesuatu hal, memang kondisi kemarin membuat saya bernostalgia dimasa kecil. Masa TPA yang masih menjamur, kontaminasi virus negatif belum terlalu banyak, meskipun saya dulu memang bandel/mbeling banget tetapi saya semangat untuk TPA. Ukuran kami yang lebih senior jaman dulu ketika kami masih usia SD, anak-anak kecil sudah bisa membaca Al-Quran, berbeda zaman memang, dulu sesibuk apapun, kami yang masih kecil tetep meluangkan waktu TPA, antusias sekali, dari beberapa era pengajar dari yang paling tua dan melegenda sampai sekarang yang masih hidup pun Alhamdulillah pernah. Kini adek-adek SD pegangannya Hp, dan media lainnya. Begitu perkembangan teknologi selain banyak manfaat bila di gunakan secara benar, juga menyimpan lebih banyak virus jahat yang mengubah pola pikir anak-anak jaman sekarang.

Hari kamis kemarin, suasana riuh adek-adek terutama yang balita cukup mewarnai kegiatana TPA.  Sempat saya sendiri ngambek menangani adek-adek ini, kami yang rencananya main ular naga dengan hafalan surat pun harus kacau balau, adek-adek susah diatur, akhirnya saya diem saja, memperhatikan kondisi mereka, wajah ceria adek-adek ini pengen sekali aku menjaganya dan tak ingin segera cepat berlalu, terbesit dahulu akupun begitu, susahnya diatur, bertengkar, dan lain sebagainya, tingkah adek-adek itu membuatku merasa kangen dengan masa itu. Hampir berakhir kegiatan hari ini, ada mas yang dengan rela menjadi donatur, memberikan hadiah kepada adek-adek yang datang kala itu, sungguh senang hati ini, sempat iri belum bisa berbuat seperti itu. Di akhir, saya berpesan kepada adek-adek yang lebih senior dibanding adek-adek TPA yang lain, saya berharap mereka bisa membantu mengajar adek-adek junior soalnya saya memandang mereka sudah dalam tingkatan yang lebih tinggi dibanding yang junior, sudah bisa membaca Al-Quran saya kira cukup meski juga perlu belajar yang lebih mengenai cara baca yang benar, qolqolah, dan lain sebagainya termasuk saya.

Memang tidak ada harapan lain, ketika kondisi lingkungan semakin tidak mendukung belajar agama lebih intens, saya berharap adek-adek ini bisa lebih giat, tetap istiqomah, aktif mengajar, datang ke TPA, meluangkan waktu meski terlihat berat, ketika yang datang tidak banyak, fokus pada yang datang, yang lain tidak perlu dipikirkan karena kita sudah mencoba mengajak, biar kuasa Allah yang bertindak. Saya berharap adek-adek di dukuh Tunggul bisa membaca Al-Quran sehingga di setiap rumah mereka senatiasa terdengar alunan Al-Quran meski tidak begitu merdu menurut orang, yang penting penilaian Allah lebih utama. Semuanya diniatkan hanya karena Allah Ta’ala. Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.1

Ya apapun semuanya harus diniatkan hanya kepada Allah Ta’ala dan semua harus dilakukan dengan ikhlas mengharap ridho-Nya. Seberat apapun, meski ada saja cobaan yang datang dalam mengembangkan TPA di Tunggul ini, we must believe to Allah because Allah berfirman :

Karena sesungguhanya dibalik kesulitan itu ada kemudahan. Susungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan”.2

Kita harus percaya pada janji Allah, kita berdoa dan berusaha semoga Allah Ta’ala memberikan kemudahan, kesabaran, dan hidayah kepada kita, Aamiin.

Teruntuk kepada kakak senior/donatur, adek-adek pengajar, adek-adek TPA yang telah meluangkan waktu, pemikiran, tenaga, penghasilan, dan lainnya kami mengucapkan terima kasih semoga diberi balasan yang lebih baik oleh Allah Ta’ala, apa-apa yang diharapkan terkabul, diberi rejeki yang melimpah oleh Allah Ta’ala. Ya memang, kami tidak bisa membalasnya melainkan hanya ucapan terima kasih, atau doa disetiap kami sembahyang kepada Allah Ta’ala, dan memang yang patut membalas semuanya hanyalah kuasa Allah Ta’ala, Aamiin.

 

Selesai ditulis oleh Fauzi Jatmiko, di Rumah tercinta Dukuh Tunggul, 23 Februari 2013, 11.30.

 

Footnote :

  1. 1.      Hadits Arba’in An Nawawi no.1. [kitab hadits. Bukhari no. 1 dan Muslim no. 1907]
  2. 2.      Q.S Al Insyirah : 5-6.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s