Ramadhan di Perantauan

Bismillahi,

Ramadan wallpapers 1435hAlhamdulillahi kita dapat berjumpa lagi di Ramadhan tahun ini. Memang rasanya baru kemarin kita meninggalkan bulan yang penuh berkah dan tadi malam rasanya kita berjumpa kembali dengan bulan yang penuh kemenangan ini. Tak lupa saya mengucapkan selamat bagi umat muslim yang telah melalui puasa ke empat berjalan menuju lima di Ramadhan ini (awal Ramadhan mengikuti Pemerintah) dan umat muslim yang telah melalui puasa ke lima menuju enam (mengikuti ormas Muhammadiyah) semoga ibadah puasa kita di terima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak menjadikan puasa kita sia – sia hanya mendapat lapar dan haus saja. Aamiin.

Ramadhan kali ini, saya merasakan perbedaan dengan ramadhan sebelum-sebelumnya. Ini murni bukan karena atmosfir copras – capres atau piala dunia yang rame pemberitaannya bahkan sampai jadi tranding topik di dunia maya dengan segala macam campaign (black, white, positive and negative campaign) akan tetapi ramadhan kali ini saya berada jauh dengan orang tua.

Meski saya kuliah ngekos di Solo akan tetapi Ramadhan selalu bolak balik ke rumah untuk menikmati santap buka dan sahur bareng orang tua. Kalau di rumah, tiap sore mah selalu ramai dengan adik – adik TPA di mesjid Al Mu’min dekat rumah memang saya selalu menyempatkan hadir di masjid untuk mengajar adik – adik TPA meski beberapa kali saya sempat bolong karena bolak – balik Weru – Solo ternyata melelahkan dan sesampainya di rumah sudah menjelang maghrib. Ahh, sudahlah itu kenangan Ramadhan tahun lalu yang saya rasakan begitu cepat.
Kini jauh berbeda lagi dengan keadaan tahun lalu, masih bersyukur kemarin bisa ikut mengajar TPA di rumah akan tetapi untuk sekarang ini saya melaluinya di perantauan. Yap, keputusan pergi ke Jakarta memang mendekati awal puasa dan akhirnya memang resiko melalui awal Puasa di Cikarang. Ramadhan kali ini memang tak terlupakan, saya baru merasakan sholat tarawih 21 rekaat di sini karena memang di Kampung saya tarawih memilih 11 rekaat termasuk di dalamnya witir 3 rekaat dengan sistem 4 4 3. Sedang tarawih di Cikarang ini menggunakan sistem 2 rekaat salam dan witir 1 rekaat.
Memang pengalaman di perantauan ini sangat menyenangkan. Dan rasanya baru kali ini saya merasakan tarawih di taman karena masjid dan pinggiran masjid sudah penuh dengan para jamaah sholat tarawih entah itu Bapak, Ibu, Adik – adik laki – laki ataupun perempuan. Sungguh ini pemandangan menarik perhatiaan saya, saya pikir ini luar biasa. Akan tetapi, rasa miris juga timbul di dalam hati karena banyaknya para pengendara yang lalu lalang selama kami melakukan ibadah sholat tarawih entah itu laki – laki maupun perempuan padahal mereka muslim. Sangat disanyangkan ternyata mereka tidak ikut berjamaah sholat tarawih di masjid.
Huhu, suasana awal ramadhan yang berbeda ini membuat saya kangen dengan suasana Ramdhan di rumah. Riuh adik – adik TPA yang sering saya jumpai di masjid kini merasuki pikiran saya. Meski di sana sudah ada orang yang bisa di handalkan untuk menghandle adik – adik selama TPA berlangsung akan tetapi menjadikan diri saya nggak enak untuk meninggalkan mereka. Riuh ramai ketika TPA berlangsung, adik – adik yang kadang nurut kadang bandel ketika di beri pengajaran. Ya, kini setiap sorenya tidak saya jumpai untuk beberapa minggu ke depan. Salam dari saya untuk adik – adik dukuh Tunggul tercinta. Dan yang paling saya suka setiap Ramadhan adalah semangat dari generasi muda muslim yang berbondong – bondong ke masjid untuk TPA dan mendapatkan ta’jil atau dzaburan. Ahahaha, saya dulu juga begitu dan pernah mengalaminya.😀
Semoga Ramadhan 1435 H ini berjalan lancar, kita senantiasa di beri kesehatan dan kekuatan iman untuk melaluinya. Agar gelar dari sebuah pendidikan Ramadhan ini menjadikan kita sebagai manusia muslim yang bertaqwa dan lebih meningkatkan amalan – amalan kebaikkan setelah ramadhan usai.
 
Saya Fauzi Jatmiko selaku admin dan pemilik Blog ini mengucapkan “Selamat menunaikan Ibadah Puasa, Ramadhan 1435 H / 2014”
|| 10.32 | Cikarang baru, Perum Puma | 03/07/2014 | Ramadhan 1435 H | 2014

2 thoughts on “Ramadhan di Perantauan

  1. hidup penuh warna ? siapa takut jik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s